Melihat Kuil Raksasa di Kota Angkor yang Menakjubkan

Kuil Raksasa di Kota Angkor

Sejak berabad-abad yang lalu, ajaran Hindu dan Buddha sudah tersebar di Indonesia. Makanya, di berbagai daerah di Tanah Air, kamu bisa menemukan banyak peninggalan Hindu dan Buddha dalam bentuk candi seperti Candi Prambanan di Yogyakarta dan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Namun ternyata, ajaran Hindu dan Buddha ini tidak hanya ada di Indonesia saja. Kalau kamu berkeliling kawasan Asia Tenggara, bangunan-bangunan umat Hindu dan Buddha yang tak kalah mengagumkan seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur pun bisa kamu temukan di negara lain di Asia Tenggara seperti Kamboja.

Untuk menemukan situs umat Hindu dan Buddha di negara yang pernah dijuluki sebagai ‘Hell on Earth’ ini, kamu cukup mencari tiket traveling murah ke  Siem Reap, sebuah kota kecil modern yang terletak di utara Kamboja. Di utara kota ini, ada sebuah daerah yang disebut Kota Angkor. Di sini, terdapat komplek Candi yang sudah dibangun pada abad ke 6 sampai 13.

Kuil Raksasa di Kota Angkor

Salah satu candi terbesar, paling terkenal, dan favorit para turis mancanegara yang ada di Kota Angkor adalah Angkor Wat. Nama Candi umat Hindu ini diambil dari kata ‘angkor’  dalam bahasa sansakerta yang berarti ‘negara’ dan ‘wat’ dalam bahasa Khmer yang berarti kuil. Namun, ada referensi yang menyebutkan kalau nama asli dari candi ini adalah ‘Preah Pisnu-lok’ yang diambil dari bahasa Khmer atau ‘Vara Vishnu-loka’ dalam bahasa sansakerta yang berarti kawasan suci Wishnu.

Pembangunan Angkor Wat sudah dimulai pada abad ke 12 oleh Raja Suryawarman II yang berkuasa pada tahun 1113 – 1150. Angkor Wat dibangun sebagai candi agung negara milik raja yang dipersembahkan untuk mennghormati dan memuliakan Wishnu sekaligus pusar kerajaan Khamer. Candi ini pun melambangkan Gunung Meru yang dalam konsep umat Hindu dianggap sebagai pusat alam semesta dan tempat persemayaman para dewa. Namun sejak abad 13, candi Hindu ini pun beralih fungsi menjadi candi umat Buddha.

Secara fisik, Angkor Wat punya beberapa kemiripan dengan Borobudur. Hal ini bisa dilihat dari relief unik yang ada pada dindingnya. Saat ini, kedua candi ini pun sudah sama-sama terdaftar sebagai situs umat Buddha meskipun sebelumnya Angkor Wat dibangun sebagai situs umat Hindu. Kalau soal pemandangan, kedua Candi ini sama-sama menyuguhkan landskap yang sangat menawan, terutama saat matahari terbit. Bedanya, Stupa yang terdapat pada Angkor Wat cenderung berbentuk runcing ke atas, berbeda dengan stupa Candi Borobudur yang lebar.

Persamaan yang terdapat pada Angkor Wat dan candi-candi di Indonesia tak lepas dari pengaruh Jawa yang menyebar hingga kawasan Asia Tenggara sejak beberapa abad sebelum Angkor Wat berdiri. Raja-raja yang berkuasa di Jawa pun memiliki hubungan yang sangat baik dengan raja-raja Funan di Kamboja.

Namun dibalik kemegahannya, ada satu misteri yang selalu menarik perhatian para peneliti, yaitu tentang bagaimana caranya candi ini dibangun. Jika mengingat jumlah dan masa batuan yang digunakan sebagai material untuk membangun candi ini dan akses untuk mengangkut batuan tersebut ke lokasi berdirinya Angkor Wat yang dipenuhi hutan, maka akan sulit untuk membayangkan bagaimana cara Raja Suryawarman II membangun candi yang megah ini.

Tapi peneliti dari Universitas Waseda, Jepang bernama Estuo Uchida meyakini, keberhasilan pembangunan Angkor Wat sangat dipengaruhi oleh keberadaan kanal-kanal yang menghubungkan tempat penambangan batu dengan letak berdirinya Angkor Wat.  Anggapan ini didasari dari penemuan sekitar 50 tambang yang ada di bawah gunung di sekitar Kota Angkor. Menurut para arkeolog, batuan yang ditemukan di dalam tambang tersebut diyakini sebagai material yang digunakan untuk membangun candi Angkor Wat. Dengan menggunakan citra satelit, Uchida dan tim pun menemukan jaringan kanal yang saling terhubung dari lokasi tambang sampat tempat berdirinya candi. Dengan informasi tersebut, para peneliti ini menyimpulkan kalau kanal-kanal tersebut membantu para pekerja untuk mengangkut batuan yang beratnya mencapai ribuan kilo dari lokasi tambang ke tempat pembangunan candi. Inilah sebabnya mengapa Raja Suryawarman II dan para pekerjannya mampun membangun candi megah ini hanya dalam waktu sekitar 30 tahun.

Candi yang sudah terdaftar sebagai situs warisan UNESCO sejak tahun 1992 ini pun masih berdiri kokoh hingga sekarang meskipun sudah mengalami beberapa kali pergantian kekuasaan. Kini, situs umat Hindu dan Buddha ini pun jadi tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Jadi tunggu apa lagi, ayo pesan tiket traveling murah ke Siem Reap dari sekarang. Lalu, cek hotel murah di reservasi.com yang ada di sekitar Kota Angkor.

Setelah puas menikmati pesona Angkor Wat, kamu juga bisa pesan tiket traveling murah ke negara lainnya seperti Thailand yang hanya berjarak beberapa jam saja dari Siem Reap. Lalu setelah sampai di Thailand, jangan lupa cek hotel murah di reservasi.com kembali agar kamu bisa mendapatkan kamar hotel pilihan dengan penawaran harga terbaik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*