Menangani Alergi Susu Pada  Anak

Alergi Susu

Susu merupakan salah satu minuman yang sangat disukai anak-anak. Susu termasuk salah satu sumber nutrisi yang cukup penting untuk kesehatan. Terutama kesehatan tulang dan gigi. Susu memiliki banyak sekali kandungan kalsium yang cukup baik untuk kesehatan. Sehingga dengan konsumsi susu yang cukup pertumbuhan tulang dan gigi anak akan menjadi lebih sempurna. Susu selain mengandung kalsium yang cukup tinggi, susu juga merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk kesehatan. Sumber hewan penghasil susu ada beberapa jenis hewan. Ada kambing dan sapi. Namun yang paling sering diekplorasi adalah susu yang berasal dari sapi. Meskipun mengandung banyak nutrisi namun ada beberapa anak yang mengalami alergi susu terutama susu sapi.

Alergi Susu

Mengalami alergi susu tentu anak membutuhkan penanganan khusus supaya anak-anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup terutama asupan protein dan kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan alergi terhadap protein yang terdapat pada susu:

  • Alergi terhadap susu sapi bisa terjadi karena adanya riwayat dari keluarga. Riwayat dari keluarga memberikan peranan yang cukup besar untuk munculnya gejala alergi terhadap protein yang terdapat pada susu terutama susu sapi. Apabila dalam keluarga baik itu dari ayah ataupun ibu yang memiliki riwayat alergi terhadap protein susu sapi, maka yang akan terjadi adalah anak akan terpapar alergi yang sama juga. Alergi yang muncul akibat adanya riwayat keluarga memang cenderung akan berlangsung lama. Hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua yang memiliki anak yang berpotensi mengalami reaksi alergi terhadap protein susu sapi, adalah dengan cara memberikan upaya pencegahan yang cukup efketif. Selain mencegah yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah membentuk sistem pertahanan tubuh anak menjadi lebih kuat dengan mengkonsumsi makanan yang mampu memperkuat sisitem pertahanan tubuh anak. Apabila sudah terlanjur anak terpapar alergi terhadap susu sapi, maka orang tua harus mencari alternatif sumber makanan lainnya yang menggantikan susu untuk pertumbuhan tubuh anak.
  • Pada intinya tubuh anak akan memberikan reaksi ketika protein susu sapi masuk ke tubuh anak. Tubuh anak akan segera memproduksi histamin yang memberikan respon terhadap susu sapi yang masuk ke tubuh anak. Kondisi tubuh akan memberikan reaksi ketika histamin diproduksi oleh tubuh anak. Reaksi terhadap alergi ini pada masing-masing anak akan berbeda-beda. Mulai dari reaksi alergi yang tergolong ringan hingga reaksi alergi yang tergolong sedang maupun kondisi berat. Ketika sudah menjadi lebih berat maka penanganan yang dilakukan oleh orang tua juga harus lebih intensif agar tidak membahayakan kesehatan anak secara keseluruhan.
  • Gejala yang mungkin muncul karena alergi terhadap protein susu sapi antara lain, bayi atau anak yang mengalami alergi akan memproduksi air liur dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Kemudian tidak jarang anak akan muntah dalam frekuensi yang cukup sering. Ada juga anak yang akan mengalami diare setelah mengkonsumsi susu sapi. Apabila kondisinya sudah sangat parah, maka yang terjadi adalah kondisi tinjanya akan disertai dengan munculnya darah. Apabila diarenya tidak segera diatasi, maka anak akan memiliki resiko terjadi dehidrasi yang berlebihan. Jadi ketika anda menemukan bahwa anak anda tiba-tiba setelah mengkonsumi susu sapi kemudian mengalami diare, maka anda wajib curiga bahwa anak mengalami alergi terhadap protein susu sapi.
  • Supaya anak yang memiliki riwayat alergi terhadap susu sapi mendapatkan nutrisi yang cukup terutama nutrisi protein dan kalsiumnya untuk masa pertumbuhannya, maka yang harus dilakukan oleh orang tua adalah segera mencari sumber protein dan kalsium lainnya yang jumlahnya setara dengan jumlah protein dan kalsium yang terdapat dalam susu untuk mendukung pertumbuhan badan dan juga untuk menunjang kesehatannya. Oleh karenanya, sebagai orang tua harus mencari sumber nutrisi lainnya yang jumlahnya benar-benar setara dengan jumlah nutrisi yang terkandung di dalam susu sapi yang tidak bisa dikonsumsi oleh anak.

Memiliki anak yang mengalami alergi susu memang tidak bisa dianggap sepele. Sebab para orang tua akan beranggapan bahwa anak tidak akan mendapatkan nutrisi yang sempurna untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Sehingga para orang tua harus jeli dan memilih jenis makanan atau minuman lainnya yang memiliki kandungan nutrisi yang padat seperti halnya yang terdapat di dalam susu. Bahkan dengan konsumsi jenis makanan lainnya, kemungkinan besar anak akan bisa tumbuh dengan optimal seperti halnya anak-anak lainnya yang tidak memiliki keluhan berupa alergi terhadap susu sapi. Menggantikan protein susu sapi dengan jenis protein hewani maupun nabati lainnya juga akan membantu anak tubuh dengan baik dan juga tumbuh dengan normal meskipun tidak mendapatkan nutrisi dari susu sapi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*